PENANGANAN CARA MENGGOSOK GIGI SESUAI DENGAN USIA

PENANGANAN CARA MENGGOSOK GIGI SESUAI DENGAN USIA

PENANGANAN CARA MENGGOSOK GIGI SESUAI DENGAN USIA

 Menyikat gigi dengan menggunakan sikat gigi adalah bentuk penyingkiran plak secara mekanis. Saat ini telah banyak tersedia sikat gigi dengan berbagai ukuran, bentuk, tekstur, dan desain dengan berbagai derajat kekerasan dari bulu sikat. Salah satu penyebab banyaknya bentuk sikat gigi yang tersedia adalah adanya variasi waktu menyikat gigi, gerakan menyikat gigi, tekanan, bentuk dan jumlah gigi pada setiap orang.

Terdapat 5 metode menyikat gigi yaitu, Bass, S Stillman, Horizontal, Vertical, dan Roll. Metode Bass dan Roll yang paling sering direkomendasikan.Metode yang umum digunakan adalah meode horizontal, metode roll, dan metode vertical.
 Metode horizontal dilakukan dengan cara semua permukaan gigi disikat dengan gerakan ke kiri dan ke kanan. Permukaan bukal dan lingual disikat dengan gerakan ke depan dan ke belakang.Metode horizontal terbukti merupakan cara yang sesuai dengan bentuk anatomis permukaan oklusal. Metode ini lebih dapat masuk ke sulkus interdental dibanding dengan metode lain. Metode ini cukup sederhana sehingga dapat membersihkan plak yang terdapat di sekitar sulkus interdental dan sekitarnya.
Metode vertical dilakukan untuk menyikat bagian depan gigi, kedua rahang tertutup lalu gigi disikat dengan gerakan keatas dan kebawah. Untuk permukaan gigi belakang gerakan dilakukan dengan keadaan mulut terbuka. Metode ini sederhana dan dapat membersihkan plak, tetapi tidak dapat menjangkau semua bagian gigi seperti metode horizontal dengan sempurna sehingga apabila penyikatan tidak benar maka pembersihan plak tidak maksimal.
  Metode roll adalah cara menyikat gigi dengan ujung bulu sikat diletakkan dengan posisi mengarah ke akar gigi sehingga sebagian bulu sikat menekan gusi.3 Ujung bulu sikat digerakkan perlahan-lahan sehingga kepala sikat gigi bergerak membentuk lengkungan melalui permukaan gigi. Yang perlu diperhatikan pada penyikatan ini adalah sikat harus digunakan seperti sapu, bukan seperti sikat untuk menggosok. Metode roll mengutamakan gerakan memutar pada permukaan interproksimal tetapi bagian sulkus tidak terbersihkan secara sempurna. Metode roll merupakan metode yang danggap dapat membersihkan plak dengan baik dan dapat menjaga kesehatan gusi dengan baik, teknik ini dapat diterapkan pada anak umur 6-12 tahun.
Metode penyikatan gigi horizontal, vertical dan roll adalah metode yang paling sering digunakan dalam penyikatan gigi. Pada anak sekolah dasar belum didapatkan teknik menyikat gigi yang efektif terhadap penurunan plak. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi metode horizontal, vertical dan roll pada anak usia 9-11 tahun di SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi mengunakan metode horizontal, vertical dan roll pada anak usia 9-11 tahun di SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian pendahuluan yang nantinya diharapkan metode menyikat gigi lainnya dapat diterapkan pada anak-anak usia sekolah dasar.


USIA 0-1 TAHUN

Teknik :

  • Membalut sebatang kayu berbentuk persegi atau lonjong dengan kain yang dibasahi dengan air hangat.
  • Selain itu dapat pula dengan menggunakan jari telunjuk yang dibalut kain atau handuk basah (yang dibasahi dengan air hangat), kemudian digosokkan pada gigi yang sedang erupsi dan secara lembut melakukan pemijatan gusi.

Usia 1-3 tahun

  • Ukuran sikat gigi disesuaikan dengan ukuran mulut anak. Sikat gigi yang dapat digunakan adalah sikat gigi manual maupun elektrik.
  • Bagi anak di bawah usia tiga tahun hendaknya penyikatan gigi masih dilakukan oleh orang tua.
  • Anak di atas usia dua tahun sudah dapat diajarkan cara menyikat gigi.
  • Pada tahap pertama hendaknya orang tua memberikan contoh pada anak cara melakukan penyikatan setelah itu anak diminta untuk mengikuti.
  • Pemakaian pasta gigi sudah dapat dimulai pada usia dua tahun.

 

USIA 1-3 TAHUN:

  • Posisi yang mudah untuk melakukan penyikatan gigi pada usia ini adalah posisi lap to lap. Pada posisi ini dua orang duduk saling berhadapan dengan lutut saling bertemu. Anak diletakkan di atasnya dengan posisi menghadap ke atas.
  • Gerakan tangan dan tubuh ditahan oleh tangan orang yang memangku, sementara orang yang satu lagi melakukan penyikatan gigi.

 

USIA 3-6 TAHUN

  • Cara melakukan penyikatan gigi yang mudah dan dapat dilakukan sendiri oleh anak adalah metode Fones. Penyikatan gigi dilakukan dengan gerakan memutar pada gigi anterior maupun posterior.

Teknik :

  • Posisi yang mudah saat mengajarkan cara menyikat gigi yaitu orang tua berdiri saling berdampingan di depan cermin.
  • Kepala anak disandarkan pada tangan orang tua. Dagu anak ditarik ke bawah dengan menggunakan tangan tempat bersandarnya kepala anak.
  • Sedangkan tangan orang tua yang satu lagi memandu tangan anak untuk melakukan penyikatan gigi.

qPosisi lain yang juga dapat dilakukan adalah orang tua dan anak berdiri salingberhadapan. Kemudian tangan orang tua memandu tangan anak untuk melakukan penyikatan gigi.

qKerugian posisi ini adalah kurangnya pengendalian gerakan terhadap posisi anak

USIA 6-12 TAHUN

  • Teknik penyikatan gigi yang dapat diterapkan pada anak usia ini adalah teknik
  • Bantuan orang tua dibutuhkan apabila anak mendapatkan kesulitan saat melakukan penyikatan pada posisi gigi yang sulit, misal bagian bukal rahang atas dan rahang bawah.

Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter gigi maupun perawat gigi, hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% penduduk Indonesia. Berdasarkan teori Blum, status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Perilaku memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut.

Karies merupakan penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, mulai dari permukaan gigi hingga meluas ke arah pulpa.3 Menurut penelitian di negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia, 80%-90% anak-anak dibawah umur 18 tahun terserang karies gigi.Berdasarkan hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 Departemen Kesehatan yang dirilis pada 2009 mengungkapkan bahwa proporsi penduduk yang bermasalah dengan gigi dan mulut di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 29,2%, hasil ini tertinggi di Kabupaten Barito Kuala dan Banjarmasin.5 Prevalensi menggosok gigi terendah ada di Hulu Sungai Selatan. Prevalensi penduduk yang berperilaku benar menggosok gigi di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10,3%.

Alat yang di perlukan untuk penelitian ini antara lain alat diagnosis (kaca mulut, sonde, pinset, eksavator), nierbeken, baskom, air, kapas, handuk putih kecil, stopwatch, model gigi, dan senter. Bahan yang diperlukan untuk penelitian ini antara lain disclosing agent, pasta gigi, sikat gigi Haryanti : Efektivitas Menyikat GiGi berbulu halus (soft), alkohol 70% (untuk sterilisasi alat), penelitian ini juga menggunakan lembar pengukuran Personal Hygiene Performance Modified (PHPM).
Metode yang dipakai Quasi Experimental, dengan rancangan Pre-Post Test one group design. Pengumpulan data dilakukan pada pelajar kelas 4-6 SD di SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin yang sudah memiliki gigi kaninus, premolar, dan molar dalam keadaan baik (tidak ada karies) sebanyak 30 orang tiap kelompok. Pelajar diberi penyuluhan cara menyikat gigi selama 10 menit dan didemonstrasikan dengan model gigi, materi penyuluhan tentang cara memegang sikat gigi, posisi meletakkan sikat gigi, dan metode menyikat gigi. Setiap 10 orang anak dalam tiap kelompok dioleskan disclosing agent pada seluruh permukaan gigi secara merata lalu diinstruksikan untuk kumur-kumur, dengan menggunakan kaca mulut dan sonde diperiksa indeks plak, dengan indeks ukur PHPM (Personal Hygiene Performance Modified).
Analisis data yang dilakukan adalah analisis data parametrik. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas menggunakan Levene Test. Analisis parametrik dengan menggunakan uji hipotesis One Way Annova.


PEMBAHASAN


        Menyikat gigi sebagai salah satu kebiasaan dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berbagai teknik atau metode menyikat gigi yang pernah dianjurkan, antara lain horizontal, vertical, dan roll. Ketiga metode ini dianggap dapat membersihkan plak dengan baik terutama pada anak-anak pada masa sekolah.
Menyikat gigi dengan menggunkan sikat gigi adalah bentuk penyingkiran plak secara mekanis.Banyak metode atau teknik menyikat gigi yang diperkenalkan para ahli, dan kebanyakan metodenya dikenal dengan namanya sendiri seperti metode Bass, Stillman, Charters, atau disesuaikan dengan gerakannya. Pada prinsipnya terdapat empat pola dasar gerakan, yaitu metode vertical, horizontal, roll, dan bergetar (vibrasi). Tujuan menyikat gigi untuk menyingkirkan plak atau mencegah terjadinya pembentukan plak, membersihkan sisa-sisa makanan, debris atau stein. Metode menyikat gigi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu, horizontal, vertical dan roll.  Hasil penelitian tentang efektivitas menyikat gigi metode horizontal, vertical dan roll terhadap penurunan plak pada anak usia 9-11 tahun di SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin menunjukkan bahwa penyikatan gigi dengan metode horizontal dapat menurunkan indeks plak lebih besar dibandingkan metode vertical dan roll. Dari penelitian ini ditemukan bahwa metode menyikat gigi horizontal lebih efektif menurunkan plak dibandingkan dengan metode yang lain. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Anaise dan pendapat dari Tan HH yang menyatakan bahwa teknik horizontal dianggap sebagai teknik terbaik untuk menghilangkan plak dan mudah ditiru atau dipelajari oleh anak. Menurut penelitian dari Sarika Sarma (2012) menyatakan bahwa metode menyikat gigi horizontal cocok digunakan pada anak-anak.12 Penelitian dari Natalia Ekaputri dan Sri Lestari tentang perbedaan efektifitas penyikatan gigi antara metode roll dan horizontal terhadap penyingkiran plak pada anak menunjukkan penurunan indeks plak pada metode roll lebih besar dari teknik horizontal. Metode vertical dan roll tidak dapat menurunkan indeks plak lebih besar dibandingkan dengan metode horizontal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kemampuan untuk melakukan teknik menyikat gigi secara baik dan benar sesuai yang di ajarkan pada setiap anak berbeda-beda, tekanan yang diberikan pada saat menyikat gigi berbeda-beda,dan kebiasaan menyikat gigi yang berbeda.
Piaget (1952) mengatakan bahwa ada dua proses yang bertanggungjawab atas cara anak menggunakan dan mengadaptasi skema mereka; asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika seseorang anak memasukkan pengetahuan baru kedalam penetahuan yang sudah ada. Dalam asimilasi, anak mengasimilasikan lingkungan kedalam suatu skema. Akomodasi terjadi ketika anak menyesuaikan diri pada informasi baru. Yakni, anak menjesuaikan skema mereka dengan lingkungannya.13 Melalui observasinya, Piaget juga meyakini bahwa perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap. Masing-masing tahap berhubungan dengan usia dan tersusun dari jalan pikiran yang berbedabeda. Tahapan Piaget terbagi menjadi empat tahapan yaitu, fase sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.
Tahap sensorimotor. Tahap ini yang berlangsung sejak kelahiran sampai usia dua tahun. Dalam tahap ini, bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman indera (sensory) mereka seperti melihat dan mendengar dengan gerakan motor (otot) mereka, dari sanalah diistilahkan sebagai sensorimotor.

Tahap praoperasional. Tahap ini adalah tahap kedua pada teori Piaget. Tahap ini berlangsung kurang lebih mulai dari usia dua tahun samapai tujuh tahun. Ini adalah tahap pemikiran yang lebih simbolis daripada tahap sensorimotor tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional. Pada tahap ini anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata dan gambar.

Tahap operasional konkret. Ini adalah tahap perkembangan kognitif ketiga dari teori Piaget, dimulai dari sekitar umur tujuh tahun sampai sekitar sebelas tahun. Pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Penalaran logika, kemampuan untuk menggolong-golongkan sudah ada, tetapi tidak bisa memecahkan problemproblem abstrak.pada tahap ini anak kini bisa menalar secara logis tentang kejadian-kejadian dan mampu mengklasifikasikan objek dalam kelompok yang berbeda-beda.
Tahap operasional formal. Tahap ini yang muncul antara usia sebelas tahun sampai lima belas tahun, adalah tahap keempat menurut teori Piaget dan tahap kognitif terakhir. Pada tahap ini, individu sudah mulai memikirkan pengalaman dan remaja sudah mulai berpikir secara lebih abstrak, idealistis, dan logis.Penelitian ini rata-rata murid di SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin yang diteliti berada pada tahap operasional konkret dengan umur 9-11 tahun. Anak sudah dapat menalar dengan logikanya. Anak mulai dapat beradaptasi dan mengerti pada setiap metode yang diajarkan. Jenis kelamin pada penelitian ini tidak berpengaruh karena pada tahap ini anak baru bisa menalar secara logis dan masih rendahnya kesadaran akan Haryanti : Efektivitas Menyikat Gigi  pentingnya kesahatan gigi sehingga jenis kelamin tidak memiliki pengaruh.
Faktor lain yang terkait disebabkan anak lebih cepat mengerti dan cenderung lebih mudah menyikat gigi dengan metode horizontal dibandingkan menyikat gigi dengan metode yang lain. Hal ini juga terkait dengan kebiasaan anak menyikat gigi di rumah, dimana seringkali secara tidak sadar anak-anak lebih cenderung menggunakan metode horizontal sehingga anakanak lebih mengerti ketika diajarkan cara menyikat gigi metode horizontal.

 TERIMAKASIH

DAFTAR PUSTAKA

  1. Anitasari S dan Rahayu NE. Hubungan Frekuensi Menyikat Gigi Dengan Tingkat Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Palaran Kotamadya Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Maj. Ked. Gigi, 2005. hal 88.
  2. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Edisi 1. Jakarta: Rineka Cipta, 2003. hal 5-8.
  3.  Rifki A. Perbedan Efektivitas Menyikat Gigi dengan Metode Roll dan Horizontal pada Anak Usia 8 dan 10 Tahun di Medan. Tesis. Medan. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, 2010. hal 1-9.
  4. Utami NK. Indeks DMF-T pada Murid-Murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Martapura 2010. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi 2010; 2(1) :1-2.
  5. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, 2009. hal:116-117.
  6. Warni L. Hubungan Perilaku Murid SD Kelas V dan VI pada Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Status Karies Gigi di Wilayah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Tahun 2009. Tesis. Medan : USU, 2009. hal 14-20.
  7. Asadoorian J. Tooth Brushing. Canada: Canadian Journal of Dental Hygiene (CJDH), 2006;5:1-4.
  8. Putri MH, Herijulianti E dan Nurjannah N. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: EGC, 2010: 56-76, 107-118.
  9. McDonal, Avery and Dean. Dentistry for The Child and Adolescent 8th ed. St.Louis: Mosby, 2000.p.237-245.
  10. Pintauli S dan Hamada T. Menuju Gigi dan Mulut Sehat. Skripsi. Medan: USU, 2008: 4-6, 30-1,74-81.
  11. Ekaputri N dan Lestari S. Perbedaan Efektivitas Penyikatan Gigi antara Teknik Roll dan Horizintal Scrubbing terhadap Penyingkiran Plak. Scientific Journal in Dentistry 2003; 53: 93-7.
  12. Sharma Sarika, Ramakrishna Yeluri, Amit A. Jain and Autar K. Munshi. Effect of toothbrush grip on plaque removal during manual toothbrushing in children. J Oral Sci. 2012;2(54):187.
  13.  Santrock, JK. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana. 2007.hal:55-60.
  14. Dewi, O. 2003. Pemilihan Sikat Gigi Individual. Dentika Dental Journal. 8(1): 54-60
  15. Newman MG., Takei HH., Carranza FA. 2010. Carranza’s Clinical Periodontology. 10th Ed. Philadelphia: WB. Saunders Co.
  16. 16.Putri MH., Herijulianti E., Nurjannah N. 2010. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Editor Lilian Juwono. Jakarta: EGC.
  17. 17.Rateitschak EM., Wolf HF., Hassel TM. 1985. Color Atlas of Periodontology. New York: Thieme Inc.
  18. Riyanti, E. 2005. Pengenalan dan Perawatan Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini. Seminar Sehari Kesehatan-Psikologi Anak. Bandung.

 

 

Gusi Berdarah

darah di wastafel saat menggosok gigi atau flossing

Tanya Jawab Kenapa Gusi Bisa Berdarah?

Saat usia bertambah, kita akan semakin terbiasa melihat satu atau dua tetes darah di wastafel saat menggosok gigi atau flossing. Inilah anggapan umum yang kita yakini sebagai sesuatu yang biasa saja. Tapi, gusi berdarah (bahkan saat dibersihkan oleh dokter gigi) tidaklah normal dan tidak sehat. Ini semua tanda-tanda (yang mungkin terjadi disertai tanda-tanda lain yang sering diabaikan seperti gusi bengkak, merah, teriritasi) dari penyakit gingivitis, atau penyakit gusi awal. Jutaan orang dewasa menderita penyakit gusi namun hanya sebagian kecil yang menyadarinya, karena sakit gusi bukanlah gejala awal. Untungnya, penyakit gusi stadium awal dapat dikembalikan. Caranya dengan peningkatan perawatan mulut sehari-hari dan lebih sering pergi ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan tartar pada gigi dengan peralatan medisnya. Jika diabaikan, darah di wastafel dapat menjadi penyakit gusi serius (periodontitis) yang menyerang gusi, mengikis tulang rahang dan menjadi penyebab nomor satu bagi gigi tanggal. Jika kamu sudah melihat adanya tetesan darah, jangan tunggu lama-lama untuk mulai meningkatkan rutinitas menggosok gigi, flossing dan berkumur.

Kenapa Ada Lapisan Lengket di Gusi?

Seseorang yang memiliki perawatan gigi superlengkap, menggosok gigi, flossing, dan berkumur setiap hari dapat mengontrol dan meminimalkan ukuran biofilm, dan berpotensi membuatnya lebih sehat dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di dalamnya. Tetapi jika kamu jarang membersihkan gusi dan gigi serta berkumur, biofilm (yang biasanya berwarna kuning pucat) dapat mengeras menjadi tartar dan menebal sehingga hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi dan peralatan medisnya. Tetaplah lakukan rutinitas berkumur agar biofilm di mulutmu lebih sehat.

Hampir di setiap permukaan terdapat sebuah lapisan tipis bakteria yang dapat melekat, disebut biofilm. Itu sebabnya gusi dan gigimu terasa seperti tertutup lendir saat kamu bangun tidur di pagi hari Biofilm adalah hal yang normal dan terjadi pada semua orang meskipun kamu menggosok gigi, flossing, atau berkumur dengan mouthwash antiseptik. Tetapi, biofilm yang tidak rajin dibersihkan setiap hari dapat menumpuk dan berkembang menjadi plak gigi.

Plak gigi yang dapat menyebabkan penyakit gusi berasal dari beberapa bakteri jahat (bakteri yang tumbuh subur pada gula yang tertinggal di gusi dan gigi dan berubah menjadi asam pembusuk gigi) dan beberapa bakteri baik (bakteri yang membuat biofilm normal menjadi kurang menarik bagi bakteri lapar asam).

 

Apa Kaitan Antara Penyakit Gusi, Gingivitis dan Periodontitis?

Gingivitis menjelaskan jenis penyakit gusi awal, ringan (dan dapat dikembalikan), ditandai dengan gusi bengkak yang merah dan mudah berdarah ketika menggosok gigi atau flossing. Jika tidak ditangani dengan cara meningkatkan perawatan mulut, gingivitis dapat bertambah para dan berkembang menjadi stadium (tidak dapat dikembalikan) lebih parah dari penyakit gusi, disebut periodontitis. Periodontitis yang menyerang gusi, tulang dan jaringan ikat yang menahan gigi akhirnya akan membuatnya longgar hingga akhirnya gigi menjadi tanggal. Penyakit gusi adalah penyebab utama dari gigi tanggal. Itu sebabnya cara terbaik untuk mengatasi masalah gusi sejak dini adalah dengan dengan menerapkan rutinitas berkumur yang sangat mudah.

Saat kamu ingin tahu lebih banyak tentang gusi dan mulai mencarinya di internet, kamu akan segera dipusingkan dengan beberapa istilah medis teknis untuk satu hal yang sama: penyakit gusi. Berikut ini bagaimana kaitan istilah-istilah itu: Penyakit gusi adalah istilah umum yang telah dikenal luas untuk menggambarkan infeksi bakteri di mulut. Gingivitis dan periodontitis sama-sama digunakan untuk menggambarkan penyakit gusi, tapi keduanya tidak dapat ditukar-tukar karena artinya tidak sama.

 

Kenapa Terjadi Resesi Gusi?

Kamu telah melihat salah satu dari tanda-tanda penyakit gusi stadium sedang. Perhatikan pula tanda-tanda berikut ini. Ketika kamu melihat gusi dan tulangmu menjauh dari gigi, dan bagian bawah gigimu lebih terlihat, itu artinya kamu mengalami resesi gusi. Kondisi yang sering disebut sebagai gusi menyusut ini terjadi jika akar gigimu terpapar bakteri-bakteri merusak, dan mulutmu juga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Jika disertai dengan gusi merah dan meradang yang berdarah ketika menggosok gigi, kemungkinkan besar kamu menderita penyakit gusi awal. Jika tidak diobati, resesi gusi dapat mengakibatkan kerusakan lebih parah, seperti hilangnya dentin (jaringan tulang keras dan padat yang membentuk sebagian besar gigi di bawah enamel dan menahan gigi), dan akar yang terlihat bisa menjadi lunak, sakit atau terinfeksi.

Apakah Semua Mouthwash dapat Mengobati Penyakit Gusi?

Periksalah selalu bahan-bahan pada botol mouthwash, dan cari bahan-bahan di dalamnya yang dapat melawan penyakit gusi,  Antiseptic Mouthwash (yang mengandung eucalyptol, mentol, metil salisilat dan timol; empat minyak esensial yang terbukti secara klinis dapat membunuh kuman penyebab penyakit gusi). Berkumur teratur dengan antiseptik akan melawan bakteri yang dapat melekat pada gusi sehingga membentuk plak. Jika tidak dibersihkan, plak dapat mengeras menjadi tartar. Sebagian mouthwash juga mengandung fluoride, yang melindungi gigi dari kerusakan.

Apakah Semua Mouthwash dapat Mengobati Penyakit Gusi?

Periksalah selalu bahan-bahan pada botol mouthwash, dan cari bahan-bahan di dalamnya yang dapat melawan penyakit gusi,  Antiseptic Mouthwash (yang mengandung eucalyptol, mentol, metil salisilat dan timol; empat minyak esensial yang terbukti secara klinis dapat membunuh kuman penyebab penyakit gusi). Berkumur teratur dengan antiseptik akan melawan bakteri yang dapat melekat pada gusi sehingga membentuk plak. Jika tidak dibersihkan, plak dapat mengeras menjadi tartar. Sebagian mouthwash juga mengandung fluoride, yang melindungi gigi dari kerusakan.

Thanks :

Sumber Laman : https://www.listerine.co.id/gusi-penyakit-gusi/pertanyaan-umum

perawatan-gigi anak-anak

PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA GIGI ANAK

Tanya Jawab Perawatan Gigi Untuk Anak-Anak

 

  1. Apa saja jenis ketidaknormalan atau gangguan kesehatan gigi pada anak (terutama ketika masa peralihan dari gigi susu ke gigi tetap)? Bisakah dijabarkan dengan lebih detil?

Kelainan gigi anak yag paling sering terjadi adalah :

  1. Gigi berlubang ( karies gigi )

Karies gigi adalah penyakit pd gigi yg disebabkan oleh beberapa faktor yaitu

– Bakteri, yang terdpt dalam plak, lapisan tipis , transparant dan mengandung banyak bakteri. Bakteri akan mengubah zat gula yg terdapat didalam makanan menjadi asam yang akan melarutkan lapisan email gigi.

– Makanan yang mengandung gula. Makanan manis yg mengandung sukrosa dan bersifat lengket atau sulit dihilankan dari gigi yang paling berpotensi merusak gigi.

– Gigi yang rentan. Permukaan gigi yg rapuh, tipis dan yang tidak rata seperti gig geraham akam lebih mudah dilekati oleh plak

– Waktu yang lama. Karies dapat terjadi jika asam yg dihasilkan oleh bakteri bersentuhan dengan permukaan gigi dalam waktu yg lama.

Jika keempat faktor tsb ada pada saat yg bersamaan maka karies akan terjadi.

Karies terjadi mulai dari lapisan terluar dari gigi yi lapisan email, kalau tidak segera dirawat akan menyebabkan kelainan lebih lanjut ke lapisan yag lebih dalam yang mengandung pembauluh darah dan pembuluh syaraf bahkan dapat berlanjut kearah infeksi gigi.

  1. Kelainan jaringan penyangga gigi

Penyakit jaringan penyangga gigi adalah kelainan yg mengenai jaringan pemegang gigi seperti gusi dan tulang2 disekitar gigi. Kelainan ini juga disebabkan terbentuknya plak didaerah leher gigi yang kemudian akan mengeras dan membentuk karang gigi yang akan merusak gusi. Kelainan ini ditandai dengan gusi yg mudah berdarah, kemerahan , goyang dan lama kelamaan menyebabkan gigi goyang.

  1. Kelainan susunan gigi geligi

Kelaianan ini berhubungan dengan pertumbuan dan perkembangan gigi dan tulang rahang.

  1. Apa saja faktor yang mempengaruhi timbulnya ketidaknormalan atau masalah kesehatan pada gigi anak?

FAKTOR-FAKTOR YG MENYEBABKAN KELAINAN PADA GIGI ANAK:

  1. Kebiasaan menyikat gigi yg kurang baik dan kurang tepat
  2. Terlalu banyak makan makanan yg manis
  3. Makan ngemut
  4. Kebiasaan buruk yi minum susu botol saat tidur, menghisap ibu jari atau dot
  5. Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perawatan gigi
  6. Memberikan makanan manis sebagai hadiah
  7. Faktor keturunan
  8. kurangnya perhatian orang tua terhadap masalah kesehatan gigi
  9. gigi tetap tumbuh sebelum gigi susu tanggal.

Apa saja dan bagaimana perawatan gigi yang tepat bagi anak, terutama yang bisa dilakukan sejak sedini mungkin?

PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA GIGI ANAK

Kelaianan tersbut diatas dapat diatasi dan dicegah dengan cara memelihara kesehatan gigi dengan baik dan yg paling mudah adalah dengan Menggosok gigi dengan baik dan teratur 2 kali sehari sesudah sarapam dan sebelum tidur malam. Selain itu menguruangi konsumsi makanan manis yg berlebihan, hindari pula makan jajanan manis diluar waktu makan dan ganti cemilan manis dengan buah-buahan atau sayuran.

Kebiasaan ini harus dimulai sejak dini sejak mulai tumbuh gigi. Cara menyikatnya disesuaikan dengan faktor usia karena setiap anak mempunyai karakteristik sendiri2 dalam pemeliharaan kesehatan giginya.

Selain cara menyikat gigi yang benar, posisi orangtua dalam membantu anak menggosok gigi juga penting untuk diperhatikan.

  • Jika anak masih terlalu kecil, ia dapat dibaringkan di meja bayi atau di sofa dan kepalanya dipangkuan orangtua bila anak lebih besar. Pada dasarnya jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai hal yang menyenangkan bagi si anak.
  • Jangan gunakan pasta gigi sampai anak bisa belajar untuk meludahkan busanya (kira-kira 18 bulan), setelah itu gunakan sedikit saja (kira-kira sebesar kacang) namun tetap awasi penggunaannya.
  • Hindari anak terlalu banyak memakan pasta gigi, karena dapat membahayakan kesehatannya.
  • Sikat gigi (baik yang biasa maupun yang elektrik) sebaiknya diganti setiap bulan, atau segera setelah bulu sikatnya tampak mekar dan rusak.
  • Periksalah sikat gigi jika anak menderita sakit, karena bakteri dapat tinggal pada gigi selama berminggu-minggu.
  • Mulailah menyikat gigi dari bagian geraham bagian luar kemudian bagian dalam, dengan gerakan ke depan dan belakang. Setelah itu sikat bagian atas gigi, dan bagian dalam gigi.
  • Ulangi gerakan seperti itu secara perlahan (suruh anak sambil menghitung sampai sepuluh dalam hati). Setelah itu bersihkan bagian depan gigi dengan gerakan memutar secara perlahan.
  • Awasi aktivitas menyikat gigi sampai anak berusia tujuh atau delapan tahun, karena biasanya anak tidak mengetahui cara menyikat gigi yang benar dan konsekuensinya bila tidak menyikat gigi dengan benar.

4.Apakah bahaya yang mungkin terjadi jika perawatan gigi dan mulut tidak diperhatikan dan diterapkan sejak kecil? Apa bahaya terburuk yang mungkin terjadi? Bisakah sampai mengancam keselamatan jiwanya?

Bahaya yang dapat terjadi mulai dari terjadinya karies gigi yg awalnya dimulai dari permukaan email gigi. Bila tdak juga mendapat perhatian karies berlanjut ke lapisan gigi yang kedua yi Dentin, dimana lapisan ini dekat dengan ruang pulpa yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Keluhan bila sudah mengenai lapisan ini adalah rasa ngilu bila makan makanan manis, dingin, bahkan makanan panas. Bila karies dentin ini tidak juga dilakukan perawatan proses karies akan terus berlanjut ke runag pulpa. Keluhan bila karien mencapai ruang pulpa adalah rasa ssakit berdenyut tanpa ada rangsangan dingin, manis atau panas. Sakit berdenyut bisa menyebabkan anak tidak dapat tidur dan yang pasti mengganggu tidur orang tua juga.

Kelainan ini dapat berlanjut hingga menyebabkan pembangkakan pada gusi akibat karies mencapai pulpa dan gigi tersebut sudah mati , akibat kuman dan proses karies terus berlanjut. Pada keadaan ini anak akan semakin gelisah karena sakit gigi yang parah disertai pembangkakan di pipi.

Untuk mencegah ini sebaiknya ketika kita melihat adanya titik kehitaman di gigi anak segeralah pergi ke dokter gigi. Perawatan gigi harus dilakukan sedini mungkin. Perawatan pada gigi yang belum ada keluhan akan mengurangi trauma anak datang ke dokter gigi.

  1. Bagaimana peran orang tua dalam hal ini?

Perawatan kesehatan gigi anak haruslah menjadi perhatian orang tua walaupun gigi susu hanya bersifat sementara. Dalam hal ini orang tua harus menjadi motivator anak dalam perawatan gigi. Ketika gigi anak sudah mulai tumbuh sudah harus diperkenalkan degan sikat gigi. Pada saat harus dibawa ke dokter gigi orang tua berperan dalam memotivasi anak untuk mau kedokter gigi dan memberikan informasi yang sejelas2nya tentang kesehatan si anak serta membantu dalam perawatan diruang dokter gigi.

Pada Perawatan di dokter gigi pun harus ada kerjasama anatar anak, orang tu adan dokter gigi. Ini berbeda dengan perawatan pd oarang dewasa. Ini disebabkan perbedaan fisik, emosional dan spikologik antara anak dan orang dewasa. Selain itu karena anak berada dalam tahap tumbuh kembang harus selalu menjadi perhatian orang tua dan dokter gigi.

  1. Perilaku buruk apa saja yang bisa mengganggu kesehatan gigi pada anak?

 

 

Kebiasaan buruk yg mengganggu kesehatn gigi anak :

  1. Sindroma susu botol

Yi karies pada gigi anak yag menyerang hampir seluruh gigi yang disebakan oleh kebiasaan mnum susu botol pada waktu tidur. Karies gigi terjadi karena lamanya gigi berkontak dengan cairan susu yg manis.

Kondisi ii dpt dicegah dengan :

– Gendonglah bayi selama bayi menyusui

Biarkan bayi tidur tanpa susu botol atau isilah btol dengan air tawar

– Hentikan penggunaan botol begitu anak sudah dapat minum dari gelas

– besihkan plak dengan handuk halus basah

– biasakan anak minum air putih setelah minum susu

  1. Menghisap ibu jari atau dot

Menghisap jatri dianggap hal yg bioasa pd bayi, reflek menghisap memang ada pd bayi begitu bayi dilahirkan. Sehingga menghisap ibu jari memnag memberikan rasa aman dan nyaman. Namun bila keadaan ini berlanjut terus akan memberi dampak pd rongga mulutnnya.

Anak dengn kebiasaan menghisap jempol biasanya gigi depannya akan lebih , l angit2 menjadi lebih tinggi dan gigitan silang pd gigi2 belakang.

Pemakaian dot pd waktu yg malam jg akan memberikan dampak seperti menghisap ibu jari.

Kebiasaan buruk ini harus segera diatasi karena bila tidak segera diatasi kebiasaan buruk akan berdampak pd pertumbuhan dan pekembangan gigi susu dan gigi tetap penggantinya.

  1. Apa fungsi air liur bagi kesehatan gigi? Seberapa penting air liur ini bagi kesehatan gigi dan mulut anak?

Fungsi air liur atau saliva adalah sebagai self cleansing. Karena aktivitas pengunyahan air liu akan Keluar dari kelenjar air liur dan mambantu pembersihan gigi. Pada penggunaan obat2an tertentu yg menyebabkan produksi air liur berkurang akan menyebakan kemungkinan terjadinya karies gigi. Anjuran menyikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur pun berhubungan denagn masih berproduksina air liur. Diantara waktu sikat gigi tsb kita boleh tidak menyikat gigi karena pd saat itu kita masih melakukan aktivitas mengunyah sehinggaa air liur masih terus diproduksi. Sedangkan pd saat tidur produksi air liur akan menurun dan mulut terasa kering. Pada saat itu bila ada sisa makan akan menyebabkan terjadinya proses karies.

  1. Kapan waktu yang tepat mengenalkan dokter gigi pada anak? Bagaimana mempersiapkan anak agar tidak takut untuk memeriksakan gigi secara rutin pada dokter?

Selain perawatan gigi dirumah pemeriksaan rutin setiap bulan sekali ke dokter gigi tetap diperlukan. Hal ini berguna untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak serta mendeteksi kemungkinan adanya kelainan gigi sejak dini.

Orangtua diharapkan untuk berperan serta dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak-anak di rumah. Keluhan-keluhan ataupun kelainan yang ditunjukan anak perlu mendapat perhatian. Seringkali anak belum dapat menjelaskan rasa sakit, tetapi bila ia menolak makan makanan yang keras, mengunyah makanan hanya pada satu sisi, atau nafsu makannya hilang sama sekali. Hal ini perlu diperhatikan karena mungkin saja anak mengalami sakit gigi atau kelainan pada fungsi pengunyahannya.

Kunjungan pertama ke dokter gigi sebaiknya mulai dilakukan pada saat anak berusia dua tahun dan dalam keadaan sehat, sehingga anak hanya diperiksa tanpa ada tindakan yang menyakitkan. Hal ini untuk menghindari kesan buruk dari anak terhadap dokter gigi. Oleh karena itu, sebelum membawa anak ke dokter gigi, persiapkan mental anak sebelum datang ke dokter gigi.

 

PERSIAPAN ANAK KEDOKTER GIGI

  1. Perkenalkan anak dgn dokter gigi sedini mungkin,misalnya, dengan cara menceritakan tugas dokter gigi, dan memperlihatkan foto-foto dokter gigi.
  2. Jangan sekali-kali menakut-nakuti anak
  3. Jangan jadikan dokter gigi sebagai hukuman (“Awas kalau nakal nanti dibawa ke dokter gigi”).
  4. Bila anak Anda terbilang pemberani, namun tiba-tiba takut ke dokter gigi, tanyakan pada diri Anda apakah Anda menurunkan perasaan takut ke dokter gigi secara tidak sadar kepada anak?
  5. Usahakan anak sudah makan sebelum k dokter gigi
  6. Bawakan mainan atau bacaan yg disenangi anak

PERSIAPAAN ORANG TUA

  • Buatlah perjanjian dengan dokter gigi supaya anak tidak menunggu terlalu lama
  • Catatlah semua keluhan anak dan hal-hal yang ingin Anda utarakan atau tanyakan pada dokter gigi.
  • Pada kunjungan pertama, perkenalkan anak pada dokter giginya, ceritakan tentang si anak, bila perlu ceritakan pula aktifitas anak di sekolah agar anak merasa akrab. Biasanya dokter akan menanyakan dan mencatat data serta keluhan anak, jawablah pertanyaan tersebut dengan jelas dan apa adanya. Ingat, anak tidak dapat menjelaskan keluhannya.
  • Kunjungan pertama ke dokter gigi sebaiknya dilakkukan pd saat dalam keadaaan sehat tanpa keluhan sakit gigi sehingga anak hanya akan diperiksa atau diberikan tindakan pencegahan karies gigi dan perawatan tanpa rasa sakit.
  • Mintalah pada dokter gigi untuk memeriksa gigi anak sambil memberi kesempatan pada anak untuk mengenal peralatan dokter gigi.
  • Jangan jadikan acara ke dokter gigi sebagai acara istimewa, sebaiknya jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari rutinitas kesehatan keluarga Anda.

 

  • Apa saran dan tips bagi orang tua dalam hal perawatan kesehatan gigi dan mulut anak?

TIPS ORANG TUA TERHADAPA PERAWATAN GIGI PD ANAK

  • Ajarkan anak untuk memelihara kesehatan gigigi sedini mungkin
  • Hindari anak makan makanan yg manis
  • Anjurkan anak makan makanan yg bermanfaat bg gigi seperti sayur2an, buah2an, segala jenis ikan.
  • Jangan biasakan memberikan permen, coklat dan makanan manis lainnya sebagai hadiah kepada anak
  • Gantilah cemilan manis dengan cemilan dari buah, sayur atau kacang2an
  1. Jika anak tetap merengek memninta makanan manis tsbt berikan makanan tsb bersamaan waktu makan
  2. Biasakan anak menyikat gigi atau berkumur setiap habis makan makanan yg manis
  3. Sesegera mungkin hilangkan semua kebiasaan buruk anak
  4. Sedini mungkin memperkenalkan dengan dokter gigi dan perawatan gigi
  5. Membangun komunikasi yg baik dengan dokter gigi

SOP KEPERAWATAN GIGI dan MULUT

SOP MERAWAT GIGI DAN MULUT PASIEN

 

 

Pengertian

Merawat gigi dan mulut merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang dihospitalisasi. Tindakan ini dapat dilakukan oleh pasien yang sadar secara mandiri atau dengan bantuan perawat. Untuk pasien yang tidak mampu mempertahankan kebersihan mulut dan gigi secara mandiri harus dibantu sepenuhnya oleh perawat.

Tujuan

  1. Mencegah infeksi gusi dan gigi
  2. Mempertahankan kenyamanan rongga mulut

Kebijakan

Surat perintah Direktur Rumah Sakit tentang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.

Prosedur

  1. Tahap pra interaksi :
  2. Verifikasi program pelayanan keperawatan pasien tersebut
  3. Siapkan alat
  4. Siapkan diri petugas dalam berinteraksi dengan pasien
  1. Tahap orientasi :
  2. Berikan salam
  3. Jelaskan tujuan dan prosedur
  4. Tanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
  5. Persiapan alat didekatkan pada pasien
  1. Tahap persiapan alat
    1. Handuk dan kain pengalas
    2. Gelas Kumur berisi
  • Air masak/NaCl
  • Obat kumur
    1. Spatel lidah yang telah dibungkus dengan kain kasa
    2. Kapas lidi
    3. Bengkok
    4. Kain kasa
    5. Pinset atau arteri klien
    6. Sikat gigi dan pasta gigi
  1. Tahap kerja pada pasien tidak sadar
    1. Jelaskan prosedur pada klien
    2. Cuci tangan
    3. Atur posisi dengan posisi tidur miring kanan / kiri
    4. Pasang handuk di bawah dagu / pipi pasien
    5. Ambil pinset dan bungkus dengan kain kasa yang dibasahi air hangat / masak
    6. Gunakan tong spatel (sudip lidah) untuk membuka mulut pada saat membersihkan gigi / mulut
    7. Lakukan pembersihan dimulai dari dinding rongga mulut, gusi, gigi, dan lidah
    8. Keringkan dengan kasa steril yang kering
    9. Setelah bersih, oleskan Borax gliserin
    10. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
  1. Tahap kerja pada Pasien Sadar, Tetapi Tidak Mampu Melakukan Sendiri
    1. Jelaskan prosedur pada klien
    2. Cuci tangan
    3. Atur posisi dengan handuk
    4. Pasang handuk di bawah dagu
    5. Ambil pinset dan bungkus dengan kain kasa yang berisi air hangat / masak
    6. Kemudian Bersihkan pada daerah mulut mulai rongga mulut, gusi, gigi, dan lidah. Lalu bilas dengan larutan NaCl
    7. Setelah bersih, oleskan Borax gliserin
    8. Untuk perawatan gigi lakukan penyikatan dengan gerakan naik-turun
    9. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

 

  1. Tahap terminasi :
  2. Ucapkan terima kasih atas kerjasama dengan pasien
  3. Dokumentasikan pelaksanaan tindakan keperawatan tersebut
  4. Evaluasi respon klien
  5. Simpulkan hasil kegiatan
  6. Pemberian pesan
  7. Kontrak waktu kegiatan selanjutnya
  8. Atur posisi klien senyaman mungkin
  9. Bereskan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya
  1. Dokumentasikan :
  1. Nama klien
  2. Tanggal dan jam
  3. Tindakan yang dilakukan
  4. Respon klien
  5. Nama petugas
BEHEL GIGI

Behel atau brecket sejenis alat ORTHODONTIC ( Kawat Gigi )

Behel atau brecket sejenis alat ORTHODONTIC ( Kawat Gigi)

Halo Sahabt Chicago… Kali ini Kita Akan Mengenal Lebih Jauh Tentang BEHEL Fungsi dan
Tanya Jawab Soal Behel…  Jika Ada yang di tanyakan bisa langsung bertanya ^^

Behel atau brecket adalah sejenis alat ORTHODONTIC sejenis kawat gigi yang dipasangkan pada gigi yang berfungsi untuk meratakan gigi yang gingsul (gk rata), gigi tonggos, gigi yang jungjet (cenderung terlalu bergeser kekeri atau kekanan alia engga pas pertengahan wajah). Behel ini juga berfungsi untuk memperindah senyum dan merubah rahang. Oh iya behel juga disebut brecket, kenapa? karena brecket itu alat yang ditempel digigi kita buat masangin behel dengan cara di lem.

Trus ada pertanyaan “DI BEHEL SAKIT GA?” kalo menurut saya ya lumayan sakit pas pertama pake *secara gue mengalami* ya sakitnya engga lama cuman 3-7 hari, itu terjadi karena bracket alias behel sedang beradaptasi dengan posisi gigi kita. Tapi rasa sakit itu juga bisa mengganngu kita makan karena rasa ngilu alias sakit saat menggit. Trus rasa sakit akan muncul lagi bisa gigi ginsul kita ditarik sama kawatnya tapi engga lama kok cuman 4 hari *klo saya*.

Trus ada lagi pertanyaan “BAGAIMANA MERAWAT BRACKET ALIAS BEHEL?” ya caranya gampang kok, asal kita rajin menjaga agar gigi kita bersih dengan cara gosok gigi dan menghindari makanan yang keras karena takut-takut brecketnya nanti copot trus rajin kontrol keDOKTER GIGI BUKAN TUKANG GIGI YANG DIPINGGIR JALAN sekitar 3 atau 4 minggu sekali.

Trus ada lagi pertanyaan “UNTUK APA KITA KONTROL KE DOKTER GIGI?” ya buat apa lagi klo bukan buat kontol gigi kita dan ganti karet serta, “KENAPA MESTI GANTI KARET?” agar peralatan orthodontic kita tetap aktif, rasanya ganti karet itu engga sakit kok cuman rasa kencang pada gigi kita hal ini bakal terjadi cmn 1 hari *klo saya*.

Trus ada lagi pertanyaan “DIMANA SAYA HARUS PASANG BEHEL ALIAS BRECKET?” dimana lagi klo bukan di dokter gigi yang memiliki sertifikat ORTHODONTIC dan saya sarankan JANGAN PASANG BEHEL DI TUKANG GIGI ATAU TUKANG GIGI YANG DIPINGGIR JALAN WALAUPUN HARGA NYA LEBIH MURAH TAPI TIDAK TERJAMIN. “KENAPA?” kata dokter gigi saya banyak kasus di tukang gigi kaya gitu *kan gk belajar dulu* seperti brecketnya copot trus si kawatnya nusuk ke dinding mulut *ih ngeri* trus ada lagi yang mau ngerataan ini tapi giginya malah jungjet alias condong ke kanan atau kekiri, makin parahkan? trus klo mau dibenerin harus dicopot dulu behel dari tukang gigi dan pasang lagi behel dari dokter gigi, kan hambur duit mending langsung ke dokter gigi biar terpecaya.

APA DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI BEHEL?
# Dampak positif
Bikin gigi kamu rata (karena dengan gigi yang rata kita mudah ngebersihinnya dan terhindar dari gigi berlubang soalnya klo gigi gingsul susah disikat gigi karena sisa makanan masih ngumpet di gigi kita yang ginsul), lebih PD klo senyum, ngebenerin postur rahang, bantu proses diem soalnya kita pasti bakal pilih-pilih makanan, fashion (buat anak jaman sekarang behel dijadikan fashion *HAHAHAHAH*)

# Dampak negatif
Timbulnya sariawan, rasa sakit saat mengunyah (karena proses tarikan behel),  mulut jadi kering, harus bulak-balik ke dokter tiap bulan, ngeluarin duit ke dokter buat ganti karet, ganti sikat gigi, bahkan nambah brecket